kamu tahu itu
dimana daun kering tertutup abu
oleh benteng kekokohan yang terkikis
dan menjadikannya karang
kita menatap langit yang sama
ketika langit senja di atas mahkota kita
kamu tahu itu
betapa nikmat surga yang kita pijak
dan roda yang mempermainkan kita
kamu tahu itu
hangat atmosfer di antara kita
tanpa batas
dan kamupun tahu itu
dalam ingatan
mengenai semua yang pernah tergambar dalam angan ku terbingkai indah menjadi rangkaian kata-kata
Minggu, 02 November 2014
Selasa, 13 Mei 2014
bergantikan waktu
Rona Kehidupan
Cahaya pagi menyeruak
Sinar emas membayangi waktu
Tetes embun enggan untuk berlalu
Warna kehidupan bernafas bebas
Tapi...
Dimana sekelebat kalbu yang membaur lembut
Sukma yang tiada jiwa
Tak tertumpah bagai batuan kokoh
Hingga langit menjadi pelangi
Sinar jingga merona menjadi kelam
Sang surya terpungkur
Berganti bulan menjadi penguasa langit
Bertemu cahaya kecil yang memecah keheningan
Deru air mata membasahi bumi
Menari menyentuh bumi dengan anggun
Tanpa gemuruh suara
Menanti pengganti jiwa yang baru
Datang dan tersenyum
Cahaya pagi menyeruak
Sinar emas membayangi waktu
Tetes embun enggan untuk berlalu
Warna kehidupan bernafas bebas
Tapi...
Dimana sekelebat kalbu yang membaur lembut
Sukma yang tiada jiwa
Tak tertumpah bagai batuan kokoh
Hingga langit menjadi pelangi
Sinar jingga merona menjadi kelam
Sang surya terpungkur
Berganti bulan menjadi penguasa langit
Bertemu cahaya kecil yang memecah keheningan
Deru air mata membasahi bumi
Menari menyentuh bumi dengan anggun
Tanpa gemuruh suara
Menanti pengganti jiwa yang baru
Datang dan tersenyum
Minggu, 06 April 2014
diam ku
dalam diam aku berfikir
melihat tetes demi tetes air langit
menari diantara rerumputan dengan anggun
meninggalkan sebuah makna
untuk kesekian kalinya aku teringat
pada hari itu
dimana rintik hujan menyatukan kita
hari dimana aku melihat senyum simpul diwajah mu
aku terduduk lesu dan kamu menghampiriku
menyentuh kulit ku dengan lembut
menggenggam tangan ku seakan kamu tak ingin melepaskan ku
aku merindukannya
dimana setiap air langit jatuh
kenangan itu selalu saja melekat
seperti hujan yang tidak bisa jauh dari petir
dan yang kuingat semua itu hanya angin lalu
dan sekarang telah hilang termakan waktu
Selasa, 18 Februari 2014
tulisan seorang remaja
Kan
ku tatap kedua
Terpikir oleh ku isyarat yang
dia berikan
Kenangan itu terlalu manis ku
kenang
Hingga saatnya tiba kau berada
jauh
Alunan
musik itu
Mengingatkan ku pada dirinya
Saat dirinya masih berada disamping ku
Saat sayapnya merengkuhku dalam
kedinginan
Saat jemarinya menggenggamku begitu erat
Tangisku meleleh dipangkuanya
Aku mendesah
Menutup mataku
Dan,,, aku merindukanya
Saat dimana bulan dan bintang
bertemu
Saat dimana matahari berjaya
dengan gagahnya
Saat dimana bayang mu masih
selalu dapat kugapai
Seperti embun yang dirindukan pagi
Seperti hujan merindukan pelangi
Seperti kesedihan merindukan air mata
Seperti itu aku merindukan mu
Langganan:
Postingan (Atom)
