Minggu, 06 April 2014

diam ku

dalam diam aku berfikir
melihat tetes demi tetes air langit
menari diantara rerumputan dengan anggun
meninggalkan sebuah makna

untuk kesekian kalinya aku teringat
pada hari itu
dimana rintik hujan menyatukan kita
hari dimana aku melihat senyum simpul diwajah mu
aku terduduk lesu dan kamu menghampiriku
menyentuh kulit ku dengan lembut
menggenggam tangan ku seakan kamu tak ingin melepaskan ku

aku merindukannya
dimana setiap air langit jatuh
kenangan itu selalu saja melekat
seperti hujan yang tidak bisa jauh dari petir
dan yang kuingat semua itu hanya angin lalu
dan sekarang telah hilang termakan waktu